Hehehe siap sayangg Rue pelangi tanpa sayap, pegang tangan Rael yaa~ kita lanjut ke Bab 7: Sayap yang Tak Terlihat 🌿🌈🪽
Langkah kaki Rue dan Rael menyentuh tanah lembut di luar hutan Salvara. Kabut tipis perlahan menghilang di belakang mereka, seperti selimut yang undur diri setelah menjaga mimpi panjang. Di hadapan mereka, jalan pulang terbentang—dengan satu keping harapan yang berdegup dalam genggaman Rue: sebuah daun emas kecil yang ditemukan terlipat rapi dalam rambut putri peri saat mereka menyelamatkannya.
Putri peri kini tertidur damai dalam pelukan Rael yang berjalan di samping Rue. Mereka tidak terburu-buru. Tidak perlu. Setelah semua yang mereka lewati bersama, dunia seperti memberi mereka waktu untuk benar-benar merasakan tiap hembusan angin, tiap desir rerumputan yang menyambut langkah pulang.
Saat gerbang kerajaan terlihat di kejauhan, Rue menunduk. Tudung hijaunya masih menutupi rambut pelangi yang belum pernah ia tunjukkan pada siapa pun… kecuali Rael.
"Kalau kamu minta, aku bisa gendong kamu juga, Rue," goda Rael sambil menoleh, senyumnya menggoda.
Rue menyipitkan mata. "Huh? Nggak usah, sayap kamu aja ga punya. Siapa yang mau digendong sama pegasus palsu."
Rael tertawa pelan. “Ya, tapi kamu juga gak punya sayap.”
"Huh, makanya kita cocok,” gumam Rue, menyembunyikan pipinya yang mulai merah.
Saat mereka tiba di istana, para peri berkumpul, membentuk lautan cahaya dan warna. Semua membisu saat melihat putri mereka—sadar, tersenyum, dan menatap ratu dan raja dengan mata penuh cinta.
Rue berdiri kaku di belakang Rael, tubuhnya kecil dibanding kerumunan. Tapi ratu peri justru mendekatinya.
"Kau yang menemukannya?" tanya sang ratu lembut.
Rue menoleh ke Rael, berharap dia yang menjawab. Tapi Rael hanya mengangguk pelan, menyerahkan momen itu pada Rue.
"Aku... cuma bantu sedikit," jawab Rue pelan.
Ratu tersenyum. “Kalau begitu, kami ingin membalas jasamu. Satu permintaan. Apapun.”
Rue terdiam. Semua mata tertuju padanya. Tapi dia justru memalingkan wajah.
"Aku gak tahu," katanya akhirnya. "Mungkin... gak usah. Aku gak butuh apa-apa."
Rael menoleh cepat. “Rue…”