🌗 Bab 6 — Dunia yang Tidak Diam

Pagi datang lebih cepat dari biasanya.

Tapi bagi Rael dan Rue, matahari tak membawa terang.

Karena setelah malam itu—malam saat danau bersinar, dan suara gaib berbicara—tidak ada yang sama lagi.

Kabar tentang mereka menyebar ke seluruh Luxem dan Noxcrade.

Bukan hanya sekadar “Rael dan Rue berdekatan”, tapi...

“Luxemancy dan Noxcraft mulai saling bercampur.”

Guru-guru terdiam. Mahasiswa berbisik. Bahkan para penjaga sihir tinggi mulai memeriksa ulang mantra-mantra kuno yang selama ini disegel. Dunia berguncang pelan.

Di ruang Luxem, Lady Velyra berdiri di depan jendela menara tertinggi. Ia memejamkan mata, dan dengan suara yang tenang namun dingin, ia berkata:“Keseimbangan kuno telah terganggu.”

Laziel, yang berdiri di belakang ibunya, menatap ke arah danau.“Kenapa kau takut, Ibu? Bukankah dia hanya seorang gadis Noxcraft?”

Lady Velyra menoleh pelan. “Tidak, Laziel. Bukan tentang siapa dia. Tapi apa yang mereka bangkitkan.

Lalu ia membuka kitab tua dari zaman awal sihir. Di sana, tertulis legenda yang selama ini dianggap dongeng:

“Jika Lux dan Nox bersatu dalam cinta yang murni, maka dinding antara terang dan gelap akan runtuh, dan lahirlah era sihir ketiga—sihir yang tak bisa dikendalikan oleh terang maupun gelap.”

“Sihir itu... akan memilih jalannya sendiri.”

Sementara itu, Rue berdiri di ruang bawah tanah yang kini penuh bisik-bisik.

Teman-teman sesama Noxcraft menatapnya dengan pandangan campur aduk:

Sebagian kagum.

Sebagian takut.