Ruang pengadilan sihir dibuka hanya dalam keadaan luar biasa.
Dan hari ini, pintu-pintu yang terbuat dari gabungan batu obsidian dan kristal terang itu... terbuka lebar.
Rael dan Rue berjalan dari sisi berbeda.
Rael dari aula Luxem, didampingi dua penjaga cahaya.
Rue dari lorong bawah tanah Noxcrade, hanya ditemani bayangan dan langkahnya sendiri.
Di tengah ruangan berbentuk lingkaran, mereka berdiri berdampingan.
Satu dalam jubah putih dengan sulur emas, satu dalam kain hitam legam dengan corak ungu samar.
Dan dunia… menatap mereka.
Di kursi atas, duduk Dewan Sihir Agung—tiga dari Luxem, tiga dari Noxcrade, dan satu dari posisi netral: Penjaga Keseimbangan.
Lady Velyra duduk di kursi tengah Luxem.
Profesor Nierel diam di sisi Nox.
Dan di tengah-tengah mereka semua, duduk sosok bertudung abu-abu pucat: tak dikenal, tapi auranya membuat seluruh ruangan menahan napas.
Sidang dimulai.
“Rael Virellian,” suara keras menggema dari dewan Luxem, “kamu dituduh melakukan pelanggaran berat terhadap hukum kemurnian cahaya. Kau telah menjalin ikatan dengan pengguna sihir gelap dan… menciptakan resonansi antara dua sihir terlarang.”
“Virelya Seralyx,” sambung suara dari dewan Nox, “kau dianggap membangkitkan sihir tidur yang disebut dalam naskah kuno sebagai ‘Gerbang Ketiga’. Kau membuka pintu yang ditutup oleh leluhur kita sendiri.”
Rael menatap para dewan, lalu berkata dengan tenang: “Kami tidak mencoba membangkitkan apa pun. Kami hanya... menemukan satu sama lain dan menerima perbedaan kami. Dia lebih dari sekedar gadis nox. Dan nox bukanlah tempat seburuk itu, kalian hanya perlu melihatnya lebih dalam dengan sedikit cahaya yang tak menyakiti mata.”
Rue berdiri diam. Tapi dalam hatinya, ada badai yang tak bisa ia redakan. Bukan karena takut dihukum. Tapi karena pertanyaan-pertanyaannya belum sempat dijawab. Dan dunia sudah memutuskan ia bersalah.
“Hubungan kalian berbahaya,” ucap Lady Velyra.