🌗 Bagian 8 — Retakan dalam Aturan

Setelah sidang sihir, dunia tidak diam.

Ia bergemuruh.

Langit di atas Luxem kadang berubah warna samar di malam hari—biasanya putih kebiruan, kini memantulkan cahaya lembut keunguan.

Dan di Noxcrade, bayangan yang dulu tenang mulai berpendar kecil saat disentuh mantra-mantra sederhana.

Ada sesuatu yang telah berubah.

Bukan hanya dalam sihir, tapi dalam cara dunia merespons keberadaan dua insan yang bersatu di luar batas terang dan gelap.

Tapi perubahan… selalu mengundang ketakutan.

—

Di ruang tertutup Luxem, para penatua berkumpul kembali. Beberapa dari mereka marah, beberapa ragu.

“Jika sihir ketiga bangkit, kita kehilangan kendali,” ujar salah satu.

Lady Velyra berdiri di depan mereka semua, matanya tajam. “Sihir ketiga bukan kekuatan baru,” katanya. “Ia adalah kekacauan tua yang dulu merusak tatanan dunia. Dan kini, dua anak muda ingin membangkitkannya… karena mereka jatuh cinta.”

Suara di ruangan jadi lebih tegang.

Salah satu penatua bertanya, “Lalu, apa yang harus kita lakukan?”

“Pisahkan mereka,” jawab Velyra. “Secara paksa… atau dunia akan melakukannya dengan caranya sendiri.”

—

Di sisi lain danau, Rue kembali ke ruangannya dengan kepala penuh pertanyaan.

Sihir ketiga. Suara dalam danau. Reaksi kristal. Dan… kenapa dirinya dan Rael mampu menimbulkan itu semua?

Rue duduk diam di sudut ruang latihan. Lalu, sebuah bayangan muncul.